Tampilkan postingan dengan label Kanker serviks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker serviks. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

Perawatan Pasca Operasi Kanker Serviks

Penderita kanker serviks yang telah dioperasi harus menjalani perawatan pasca operasi, agar hasil operasi bisa berjalan dengan baik. asiancancer.com menyebutkan perawatan pasca operasi kanker serviks sebagai berikut:
  1. Perawatan psikologis : pasien kanker serviks umumnya mudah merasa takut, cemas, mudah tersinggung maupun emosi emosi lainnya. Oleh sebab itu, pihak keluarga harus sepenuh hati memberikan perhatian serta dukungan bagi pasien.

Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks yang paling sering digunakan meliputi:
  1. Histerektomi adalah cara yang paling sering digunakan, diantaranya adalah: (1) Histerektomi: pengangkatan leher rahim dan rahim; dan (2) Histerektomi radikal: pengangkatan leher rahim, rahim, vagina bagian atas, ovarium, saluran telur, kelenjar getah bening yang terkena.
  2. Radioterapi: kelebihan dari radioterapi adalah mengeluarkan sinar radiasi yang dapat merusakan sel kanker. Kekurangannya adalah efek radiasinya dapat merusak fungsi dari ovarium terutama pada wanita yang belum menopause.

Kategori Stadium Kanker Serviks

Stadium kanker serviks dikategorikan mulai dari stadium ringan sampai berat. Stadium menggambarkan fase atau tahapan perkembangan kanker serviks yang menyerang tubuh. Semakin tinggi stadiumnya maka makin diperlukan penanganan yang lebih intensif. Tingkat stadium kanker serviks bisa diketahui dari hasil deteksi dan diagnosa kanker serviks. Dengan mengetahui stadium dalam kanker serviks maka diharapkan bisa dilakukan jenis penanganan atau pengobatan kanker serviks secara lebih tepat.
Berikut adalah kategori stadium kanker serviks:

Cara Mengetahui Kanker Serviks

Setelah mengetahui bahaya kanker serviks, penyebab kanker serviks, dan gejala kanker serviks, maka berikut adalah cara yang bisa digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kanker serviks dalam tubuh. Tim Sehat Alami (www.sehatalami.co.id) menyebutkan cara mendeteksi kanker serviks adalah sebagai berikut:
  1. Pemeriksaan ginekologi secara teratur, deteksi dini apakah ada lesi pada serviks.
  2. Pemeriksaan infeksi leher rahim (cervicitis), apabila ada harus diobati sesegera mungkin.
  3. Apabila merasakan gejala awal kanker serviks, segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Bahaya Kanker Serviks

Kanker serviks adalah tumor ganas yang terletak pada saluran rahim vagina dan serviks. Tingginya kasus kanker serviks umumnya berusia sekitar 50 tahun, dan pasien dengan kanker serviks pada pernikahan dini, hamil dini, perempuan dari infeksi HPV produktif. Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian kanker serviks secara bertahap usia dekat dengan wanita muda.
Tim Sehat Alami (www.sehatalami.co.id) menyebutkan bahwa kasus kanker serviks menduduki peringkat kedua di seluruh kanker perempuan. Setiap tahunnya sekitar 53.000 kasus kanker serviks terjadi, dimana 85% kasus kanker serviks berasal dari negara berkembang.

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab kanker serviks dan faktor risiko kanker serviks harus diperhatikan agar segera bisa dilakukan penanganan dini terhadap kanker serviks.
Berdasarkan sumber dari www.sehatalami.co.id, diketahui bahwa 70% kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), diikuti oleh kanker serviks yang disebabkan oleh merokok dan human immunodeficiency virus (HIV), dan faktor risiko lainnya saling terkait yang juga dapat menyebabkan kanker serviks.

Gejala Kanker Serviks

Gejala kanker serviks adalah sebagai berikut:
  1. Periode menstruasi yang tidak teratur atau pendarahan vagina bahkan setelah menopause.
  2. Banyaknya keputihan yang mirip susu cair, mengeluarkan bercak darah & bau busuk.
  3. Frekuensi kencing yang semakin sering, tidak than kencing, sembelit dan lain lain
  4. Rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu
  5. Penurunan berat badan, anemia, demam dan kegagalan sistemik.